PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

PNPM-BRI Luncurkan Pilot Project Pembiayaan bagi “Lulusan” PNPM Mandiri Perkotaan

Pada tanggal 16 Januari 2012 telah diadakan penandatanganan perjanjian kerja sama pilot project  pembiayaan anggota PNPM Mandiri Perkotaan antara Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) D.I Yogyakarta dan Solo Raya dengan BRI di Pendopo Pesanggrahan Hotel Ambarukmo, D.I Yogyakarta. Penandatanganan kerjasama ini bertujuan meningkatkan akses permodalan bagi penerima manfaat (pelaku) PNPM Mandiri Perkotaan yang telah dinyatakan “lulus”.

Dalam acara penandatangan tersebut, sebanyak 25 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di bawah binaan 5 BKM D.I Yogyakarta dan 7 BKM Solo Raya terlibat  kerjasama di tahap awal, yang selanjutnya akan diperluas mencakup 4000-5000 anggota KSM nantinya. Secara simbolis, telah diserahkan 12 sertifikat KUR dari BRI kepada 12 BKM untuk disalurkan ke KSM yang dianggap sudah lulus dari PNPM Mandiri.

KSM yang menerima sertifikat tersebut adalah:

1. KSM Manggis (Kabupaten Klaten)

2. KSM Jerapah (Kabupaten Sukoharjo)

3. KSM Barokah (Kabupaten Wonogiri)

4. KSM Maju (Kabupaten Karanganyar)

5. KSM Aglonema (Kabupaten Sragen)

6. KSM Segararum (Kabupaten Boyolali)

7. KSM Rukun Mandiri (Kabupaten Surakarta)

8. KSM Gading Sutera (Kabupaten Sleman)

9. KSM Perak Jaya (Kabupaten Gunungkidul)

10. KSM Setyati (Kota Yogyakarta)

11. KSM Abadi (Kabupaten Kulonprogo)

12. KSM Al-Amin (Kabupaten Bantul)

Salah satu dari anggota KSM penerima sertifikat yakni Nadirman, warga asal Desa Denggungan Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali  mengungkapkan bahwa Ia tidak pernah menyangka akan tampil mewakili Kabupaten Boyolali untuk mendapatkan dana KUR sebesar Rp. 10 juta dari BRI sebagai modal tambahan, mengembangkan usaha pembuatan sabun mandi yang dirintis bersama 10 orang rekan kerjanya lebih dari 3 tahun lalu.

“Sejak pertama berdiri, kami banyak mengalami kendala. Mulai dari modal dana untuk membeli bahan baku dan peralatan hingga proses perijinan agar produk ini bisa diterima di masyarakat.  Setelah ada tambahan dana,  kami berharap usaha kami lebih maju lagi.”, ujar Nadirman menambahkan. Nadirman yang berasal dari KSM Segararum telah mewakili KSM-nya  menerima dana KUR untuk peningkatan kapasitas usaha mereka.

Forum BKM PNPM Mandiri Perkotaan yang membina KSM-KSM, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan melalui usaha yang memberdayakan. Melalui kelembagaan yang dirintis oleh PNPM Mandiri Perkotaan, Forum BKM D.I Yogyakarta dan Solo Raya berhasil mendapatkan kepercayaan dari BRI sebagai pilot project dalam “channeling” pelaku PNPM Mandiri Perkotaan yang telah “lulus” untuk mengakses kredit mikro di BRI (KUR).

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, bahwa tidak mudah memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan formal seperti Perbankan. Beliau juga mengucapkan selamat kepada para Pelaku PNPM Perkotaan yang telah “lulus” dari klaster 2 PNPM Mandiri dan kini “naik kelas” masuk klaster 3, pemberdayaan usaha mikro melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit usaha lainnya.

Sampai dengan tahun 2011,  sebanyak 9.297 BKM dari 13.659 BKM di 1.153 Kecamatan yang tersebar di 33 Provinsi telah memiliki kesiapan untuk melakukan kemitraan. BKM-BKM tersebut dianggap sebagai motor penggerak penanggulangan kemiskinan di wilayahnya dengan kapasitas karakteristik unggul yang dimilikinya.

Selain pilot project dengan BRI, tercatat kemitraan yang telah terjalin antara PNPM Mandiri Perkotaan dengan pihak lain seperti PT BFI Finance Indonesia, Rotary Club Jakarta Center, PT Sun Microsystem dan PePP UNDP, Depsos-Konsorsium CSR, Corporate Forum for Community Development (CFCD), Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat,  Badan Pelaksana Minyak dan Gas (BP Migas), Perguruan tinggi seperti Universitas Indonusa Esa, Trisakti, Universitas Islam Negeri Jakarta, dan PDAM dan lain sebagainya. Sampai dengan April 2011 sebanyak 9.700 dari 10.645 Unit Pengelola Keuangan (UPK) yang telah mengelola dana pinjaman bergulir untuk modal usaha mikro bagi warga miskin.  Sebanyak lebih dari 2 juta orang dan 400 ribu KSM telah memanfaatkan modal  bergulir tersebut. 61% dari mereka yang menerima manfaat adalah perempuan.

Keterlibatan dan partisipasi perempuan dalam merencanakan, melaksanakan hingga melakukan monitoring dalam program PNPM adalah keberhasilan dalam memanfaatkan peluang usaha di masyarakat. Sebagai program milik Pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan, PNPM mendorong kemitraan dengan lembaga lain seperti BRI agar keberlanjutan upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dapat terwujud melalui peluang usaha para  enterpreneur  lokal.

Tampak hadir di acara ini adalah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Deputi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenkokesra) Sujana Royat, Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PU Guratno Hartono, jajaran Direksi BRI serta lebih dari 300 orang Pelaku PNPM Perkotaan hadir. Acara dimeriahkan dengan Pameran hasil usaha dari KSM-KSM binaan PNPM Mandiri Perkotaan dari setiap perwakilan kabupaten di DI Yogyakarta dan Solo Raya. (AR)