PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

PNPM Mandiri Perkotaan Gencar Sosialisasikan Dua Program Terbaru

Sabtu, 5 Mei 2012

Reporter : ENDANG SUMARDI

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan, secara gencar mensoalisasikan dua program terbaru, yakni PNPM Peningkatan Mata Pencaharian Keluarga (PMPK), dan PNPM Penetapan Lokasi Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK), khususnya di Wilayah I Tahun 2012.

Seperti dijelaskan Asisten Manajemen Keuangan PNPM Mandiri Perkotaan, Yunandar Firdaus, PMPK merupakan salah satu komponen PNPM Mandiri Perkotaan, yang difokuskan pada peningkatan mata pencaharian bagi warga masyarakat miskin, yang terhimpun dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Ditandaskannya, program tersebut merupakan kelanjutan intervensi PNPM Perkotaan, dari tahap berdaya kepada tahap mandiri. Selain itu, juga untuk mengembangkan usaha KSM, supaya dapat meningkatkan pendapatan para anggotanya.

Adapun sasaran penerima PMPK tersebut, yakni warga masyarakat miskin, yang terdaftar dalam data Pemetaan Swadaya. Disamping itu, juga KSM-KSM yang memiliki potensi usaha, khususnya dalam meningkatkan mata pencaharian keluarga miskin. Sedangkan kriteria KSM PMPK tersebut, yakni harus memiliki anggota antara 5 sampai dengan 15 orang, yang keseluruhnya terdaftar dalam data Pemetaan Swadaya, memiliki perangkat organisasi dan administrasi, memiliki usaha mikro kecil yang berpotensi untuk dikembangkan, serta pernah mendapat dana pinjaman dari UPK atau lembaga keuangan lainnya, dengan tingkat pengembalian dana pinjaman lebih dari 90 persen.

Selanjutnya jumlah BLM PMPK yang digulirkan berdasarkan pagu, besaran pinjaman harus mengacu kepada standard skim usaha mikro kecil, yakni antara 5 sampai dengan 50 juta rupiah, untuk setiap KSM peserta. Kemudian UPK dalam memberikan pelayanan dana pinjaman bergulir PNPM PMPK, harus sesuai dengan kelayakan proposal yang diajukan KSM. Namun demikian, Asisten Manajemen Keuangan PNPM Mandiri Perkotaan menyarankan, agar besaran pinjaman bagi setiap KSM tidak melebihi dari 30 juta rupiah, dan untuk setiap anggota KSM tidak melebihi dari 5 juta rupiah.

Dalam pada itu, Askot CD Mandiri Kota, Sunti Garwati menjelaskan, khusus untuk PLPBK, di Provinsi Jawa Barat ada 11 daerah kota dan kabupaten yang mendapat PLPBK. Sementara di Kota Sukabumi, ada empat kelurahan yang lolos seleksi PLPBK. Antara lain, Kelurahan Jayamekar Kecamatan Baros, Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu, Kelurahan Nanggeleng Kecamatan Citamiang, dan Kelurahan Karamat Kecamatan Gunungpuyuh.

Sumber : http://www.sukabumikota.go.id/