PNPM Mandiri

Switch to desktop Register Login

PNPM Diminta Ikut Bangun Sarana Pendidikan

Kupang -- Pembangunan pendidikan tidak dapat berjalan sendiri, namun dilakukan beriringan dengan program-program kementerian lain, pemerintah daerah, maupun kerja sama dengan masyarakat setempat. Demikian salah satu hal penting yang dikatakan PNPM Diminta Ikut Bangun Sarana Pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dalam rangkaian kegiatan peresmian SDN Asam Tiga, Kupang (17/03).PNPM Diminta Ikut Bangun Sarana Pendidikan.

Mendikbud memaparkan, di tingkat pusat ada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.  PNPM  biasanya dipakai untuk membangun balai desa, balai pertemuan, talang air. “Saya pikir bisa juga digunakan untuk membangun jalan menuju sekolah," ujar Mendikbud.

Di tingkat daerah, Mendikbud menambahkan, PNPM Diminta Ikut Bangun Sarana Pendidikan minimal daerah memastikan tidak ada sekolah yang tanahnya tidak jelas dan daerah membantu memelihara sekolah yang telah direhabilitasi. "Diharapkan mendukung peningkatan mutu seperti menambah bahan perpustakaan, laboratorium, maupun fasilitas lainnya," jelas Mendikbud.

Adapun program rehabilitasi sekolah tahun 2011/2012 mentargetkan 173 ribu ruang kelas yang rusak berat dengan anggaran sebesar Rp 20,4 triliun yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Kemdikbud, termasuk juga yang dianggarkan dalam APBNP.PNPM Diminta Ikut Bangun Sarana Pendidikan.


"Kita juga memikirkan kelanjutan pembangunan ruang kelas rusak sedang sehingga dianggarkan juga dalam APBNP," kata Mendikbud.


Selain kerja sama dengan pemerintah daerah, TNI juga senantiasa mendukung program-program pemerintah, khususnya pendidikan. Mayjen Widjonarko, Asisten Teritorial  Panglima TNI mengungkapkan kesiapan TNI untuk membantu program rehab sekolah ini, tidak hanya di NTT tapi juga di seluruh Indonesia. "TNI siap membantu untuk kemajuan daerah menjadi optimal seperti yang diharapkan," katanya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Kupang, Ayub Titu Eki, mengatakan permasalahan pendidikan menjadi perhatian utama karena banyak kendala secara ekonomi, terbelakang, dan juga banyak siswa yang sulit menjangkau layanan pendidikan.

"Di Kupang sejak 2009 sampai dengan 2011 telah dibangun 50 sekolah baru," jelas Ayub. Dengan adanya program rehab dan pembangunan sekolah ini.

Ayub berharap semakin banyak anak NTT dapat menjangkau layanan pendidikan dan prestasi mereka pun dapat meningkat. [AF] P

Sumber : http://datapendidik.blogspot.com/